Adapun model penyampaian E-
Government adalah sebagai berikut :
1. Government to Citizen atau
Government to Customer (G2C)
Tipe G2C ini merupakan aplikasi
e-Government yang paling umum, yaitu dimana pemerintah membangun dan menerapkan
berbagai portofolio teknologi informasi dengan tujuan utama untuk memperbaiki
hubungan interaksi dengan masyarakat (rakyat). Dengan kata lain, tujuan utama
dari dibangunnya aplikasi e-Government bertipe G-to-C adalah untuk mendekatkan
pemerintah dengan rakyatnya melalui kanal-kanal akses yang beragam agar
masyarakat dapat dengan mudah menjangkau pemerintahnya untuk pemenuhan berbagai
kebutuhan pelayanan sehari-hari. Contoh aplikasinya adalah sebagai berikut:
·
Kepolisian membangun dan menawarkan
jasa pelayanan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor
Kendaraan (STNK) melalui internet dengan maksud untuk mendekatkan aparat
administrasi kepolisian dengan komunitas para pemilik kendaraan bermotor dan
para pengemudi, sehingga yang bersangkutan tidak harus bersusah payah datang ke
Komdak dan antre untuk memperoleh pelayanan;
·
Kantor Imigrasi bekerja sama dengan
Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta dan sejumlah bank-bank swasta
membangun jaringan teknologi informasi sehingga para turis lokal yang ingin
melanglang buana dapat membayar fiskal melalui mesin-mesin ATM sehingga tidak
perlu harus meluangkan waktu lebih awal dan antre di bandara udara;
·
Departemen Agama membuka situs
pendaftaran bagi mereka yang berniat untuk melangsungkan ibadah haji di
tahun-tahun tertentu sehingga pemerintah dapat mempersiapkan kuota haji dan
bentuk pelayanan perjalanan yang sesuai;
·
Bagi masyarakat yang memiliki
keahlian tertentu dan berniat untuk mencari pekerjaan di luar negeri (menjadi
Tenaga Kerja Indonesia), maka yang bersangkutan dapat dengan mudah mendaftarkan
diri dari Warnet (Warung Internet) terdekat ke Departemen Tenaga Kerja secara
gratis); dan lain sebagainya.
2. Government to Business (G2B)
Salah satu tugas utama dari sebuah
pemerintahan adalah membentuk sebuah lingkungan bisnis yang kondusif agar roda
perekenomian sebuah negara dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam melakukan
aktivitas sehari-harinya, entiti bisnis semacam perusahaan swasta membutuhkan
banyak sekali data dan informasi yang dimiliki oleh pemerintah. Disamping itu,
yang bersangkutan juga harus berinteraksi dengan berbagai lembaga kenegaraan
karena berkaitan dengan hak dan kewajiban organisasinya sebagai sebuah entiti
berorientasi profit. Diperlukannya relasi yang baik antara pemerintah dengan
kalangan bisnis tidak saja bertujuan untuk memperlancar para praktisi bisnis
dalam menjalankan roda perusahaannya, namun lebih jauh lagi banyak hal yang
dapat menguntungkan pemerintah jika terjadi relasi interaksi yang baik dan
efektif dengan industri swasta. Contoh dari aplikasi e-Government berjenis G2B
ini adalah sebagai berikut:
·
Para perusahaan wajib pajak dapat
dengan mudah menjalankan aplikasi berbasi web untuk menghitung besarnya pajak
yang harus dibayarkan ke pemerintah dan melakukan pembayaran melalui internet;
·
Proses tender proyek-proyek
pemerintahan yang melibatkan sejumlah pihak swasta dapat dilakukan melalui
website (sehingga menghemat biaya transportasi dan komunikasi), mulai dari
proses pengambilan dan pembelian formulir tender, pengambilan formulir
informasi TOR (Term of Reference), sampai dengan mekanisme pelaksanaan tender
itu sendiri yang berakhir dengan pengumuman pemenang tender;
·
Proses pengadaan dan pembelian
barang kebutuhan sehari-hari lembaga pemerintahan (misalnya untuk back-office
dan administrasi) dapat dilakukan secara efisien jika konsep semacam e-procurement
diterapkan (menghubungkan antara kantor-kantor pemerintah dengan para
supplier-nya);
·
Perusahaan yang ingin melakukan
proses semacam merger dan akuisisi dapat dengan mudah berkonsultasi sehubungan
dengan aspek-aspek regulasi dan hukumnya dengan berbagai lembaga pemerintahan
terkait; dan lain sebagainya.
3. Government to Government (G2G)
Di era globalisasi ini terlihat
jelas adanya kebutuhan bagi negara-negara untuk saling berkomunikasi secara
lebih intens dari hari ke hari. Kebutuhan untuk berinteraksi antar satu
pemerintah dengan pemerintah setiap harinya tidak hanya berkisar pada hal-hal
yang berbau diplomasi semata, namun lebih jauh lagi untuk memperlancar
kerjasama antar negara dan kerjasama antar entiti-entiti negara (masyarakat,
industri, perusahaan, dan lain-lain) dalam melakukan hal-hal yang berkaitan
dengan administrasi perdagangan, proses-proses politik, mekanisme hubungan
sosial dan budaya, dan lain sebagainya. Berbagai penerapan e-Government bertipe
G-to-G ini yang telah dikenal luas antara lain:
·
Hubungan administrasi antara
kantor-kantor pemerintah setempat dengan sejumlah kedutaan-kedutaan besar atau
konsulat jenderal untuk membantu penyediaan data dan informasi akurat yang
dibutuhkan oleh para warga negara asing yang sedang berada di tanah air;
·
Aplikasi yang menghubungkan
kantor-kantor pemerintah setempat dengan bank-bank asing milik pemerintah di
negara lain dimana pemerintah setempat menabung dan menanamkan uangnya;
·
Pengembangan suatu sistem basis data
intelijen yang berfungsi untuk mendeteksi mereka yang tidak boleh masuk atau
keluar dari wilayah negara (cegah dan tangkal);
·
Sistem informasi di bidang hak cipta
intelektual untuk pengecekan dan pendaftaran terhadap karya-karya tertentu yang
ingin memperoleh hak paten internasional; dan lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar